PTC - PTR: Testing dan Implementasi Sistem
 
Tampilkan postingan dengan label Testing dan Implementasi Sistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testing dan Implementasi Sistem. Tampilkan semua postingan

Testing dan Implmentasi Sistem - Chapter Three

Jumat, 20 November 2009

Outline
  • Teknik testing
  • Blackbox testing
  • Testcase
  • Pembuatan testcase

============================================================

Teknik dalam testing

Ada 2 macam
  • Blackbox testing
    • Tidak perlu mengetahui struktur software
    • Juga disebut dengan specification-based atau functional testing
  • Whitebox testing
    • Harus mengetahui struktur dan implementasi dari software

============================================================

Blacbox testing



  • Pendekatan pengujian dimana program dianggap sebagai suatu “blackbox”
  • Berbasiskan spesifikasi
  • Kebenaran perangkat lunak yang diuji hanya dilihat berdasarkan keluaran yang dihasilkan dari data atau kondisi masukan yang diberikan untuk fungsi yang ada tanpa melihat bagaimana proses untuk mendapatkan keluaran tersebut.

=============================================================
Tujuan Blackbox testing:

Menemukan :
  • Fungsi yang salah atau tidak ada
  • Kesalahan interface
  • Error pada akses database external
  • Error pada kinerja
  • Error pada saat inisialisasi atau terminasi

============================================================

Testcase
  • Sekumpulan input, kondisi yang dijalankan dan hasil yang diharapkan
  • Dikembangkan untuk tujuan tertentu
Fungsi testcase:
  • Sbg panduan untuk :
    • Melakukan testing kesesuaian komponen terhadap suatu spesifikasi Blackbox testing
    • Melakukan testing kesesuaian komponen terhadap desain Whitebox testing

============================================================

White box testing
  • Adalah testing yang diturunkan dari “pengetahuan” tentang struktur dan implementasi program
  • Nama lain : glass box, structural, clear box atau open box testing
  • harus tahu secara detail tetang perangkat lunak yang akan di uji.
  • Untuk pengujian yang lengkap maka suatu perangkat lunak harus diuji dengan white box dan black box testing

White Box Testing menggunakan 3 macam tahapan testing
  1. Unit Testing
  2. Integration testing
  3. Regression Testing

    • Pembuatan testcase didasarkan pada alur logika
    Alur logika : cara dimana suatu bagian dari program tertentu dieksekusi saat menjalankan program.
    • Alur logika dapat direpresentasikan dengan menggunakan flowgraph

    Kegunaan Alur Logika:
    • Menguji setiap jalur independent
    • Menguji keputusan logic (true atau falsa)
    • Menguji Loops dan batasannya
    • Menguji Data Struktur internalnya


    Read More......

    Testing dan Implmentasi Sistem - Chapter Two

    Outline
    • Siklus hidup software
    • Siklus hidup testing

    ============================================================
    Siklus Hidup Sofware
    • Planning
    • Design
    • Coding and documentation
    • Testing and fixing
    • Post-release maintenance and enhancement

    ============================================================
    Testing ??
    • Try it and see if it works
    • Try it : get it , set it up, run it, run it again
    • See : choose where to look see what's there see what's not there
    • It works : read the specs see if the product matches the spec find problems especially the bad ones

    ============================================================
    Siklus testing
    • Perencanaan
    • Pembuatan testcase
    • Pelaksanaan testing
    • Unit testing
    • Sub-system integration testing
    • System integration testing
    • Acceptance testing
    • Pendokumentasian testing

    ============================================================
    Hubungan antara rencana pengujian dan proses pengembangan sistem















    Read More......

    Testing dan Implmentasi Sistem - Chapter One

    Selasa, 03 November 2009

    DEFINISI

    Menurut standar ANSI/IEEE 1059, Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang
    diinginkan (defect/errors/bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software


    cont'd:
    Testing software adalah proses mengoperasikan software dalam kondisi yang dikendalikan, untuk :
    • Verifikasi apakah telah berlaku sebagaimana telah ditetapkan (menurut spesifikasi)
    Are we building the system right?
    • Mendeteksi error
    • Validasi apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan atau kebutuhan dari pengguna sebenarnya
    Are we building the right system?

    =============================================================
    Definisi Kualitas

    1. Menurut Crosby : Kualitas adalah pemenuhan terhadap kebutuhan
    2. Menurut ISO-8402: Kualitas adalah keseluruhan dari fitur yang menjadikan suatu produk dapat memuaskan atau dipakai sesuai kebutuhan dengan harga yang terjangkau 
    3. Menurut W.E Perry: Kualitas adalah pemenuhan terhadap standar
    4. Menurut R.Glass :Kualitas adalah tingkat kesempurnaan 
    5. Menurut J.Juran :Kualitas adalah tepat guna
    =============================================================
    Hubungan testing dan kualitas

    • Software yang berkualitas adalah software yang bebas error dan bug secara objektif, tepat waktu dan dana, sesuai dengan kebutuhan atau keinginan dan dapat dirawat (maintainable)
      • Definisi objektif : Suatu proses pembuktian yang terstruktur, terencana dan terdokumentasi dengan baik
    • Testing membuat kualitas dapat dilihat secara objektif, karena testing merupakan pengukuran dari kualitas software
    • Testing tidak dapat memastikan kualitas software, namun dapat memberikan jaminan terhadap software pada suatu tingkat tertentu
    • Jaminan kualitas (Quality Assurance – QA) mengukur kualitas proses yang digunakan untuk membuat produk berkualitas. Testing merupakan bagian dari aktifitas QA


    Tujuan testing
    • Adalah menemukan sebanyak mungkin masalah (error)
    • Tujuan dari menemukan masalah adalah memperbaikinya.
      • Tangani masalah yang bersifat penting, karena tidak semua permasalahan dapat diselesaikan – berlaku prinsip pareto


    Misi tim testing

    • Tidak hanya untuk melakukan testing, tetapi juga membantu meminimalkan resiko kegagalan proyek
      • Mencari masalah dari produk
      • Mencari masalah potensial
      • Mencari kehadiran masalah
    Intinya adalah mencari dan melaporkan sehingga tim lain dapat membuat keputusan terhadap pengembangan produk

    Catatan: Perlu diingat, tester hanya menginformasikan Tidak melakukan pembenahan kode Tester adalah individu yang memberikan hasil pengukuran dari kualitas produk .

    ============================================================
    Psikologi testing

    • Jika pengembangan dilakukan secara konstruktif, maka testing dilakukan secara destruktif
      • Tester harus mempunyai keinginan yang mendasar untuk membuktikan kode gagal dan akan melakukan apa saja untuk membuatnya gagal
    • Bila seorang tester hanya ingin membuktikan bahwa kode beraksi sesuai dengan fungsi bisnisnya, maka tester tersebut telah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai tester.

    ============================================================
    Prinsip-prinsip testing

    PERTAMA:
    • Testing yang komplit (dilakukan secara menyeluruh) tidak memungkinkan dilakukan
      • Kemungkinan jumlah kombinasi testcase yang amat besar
        • Pertimbangan domain masukan yang mungkin sangat besar jumlahnya (masukan yang valid, tdk valid, masukan yg diedit dll)
        • Kompleksitas user interface dan desain
        • Jalur program yang mungkin dapat dilewati sangat banyak
      • Harus dilakukan test ulang, setiap ada perbaikan pada masing-masing bug

    KEDUA:
    • Testing merupakan pekerjaan yang kreatif dan sulit
    mitos-mitos yang salah tentang testing :
    • Testing itu mudah
    • Tiap orang akan dapat melakukan testing dengan sendirinya padahal Testing bukanlah hal yang sederhana, karena
    • Untuk dapat melakukan testing yang efektif harus mengetahui keseluruhan sistem
    • Sistem sendiri tidak sederhana (mudah dipahami)

    KETIGA:
    • Testing berbasis pada resiko, walaupun testing secara keseluruhan tidak dapat dilakukan tidak berarti bahwa testing yang efektif tidak dapat dilakukan testing merupakan hasil pertimbangan dari resiko dan ekonomi
    • Secara ringkas, testing dipengaruhi oleh
      • pertimbangan :
        • Sumber daya dan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan testing menurut skala prioritas, kompleksitas dan kesulitan testing
        • Biaya dari keterlambatan pengiriman produk (kemungkinan besar disebabkan testing)
        • Kemungkinan adanya suatu defect
        • Biaya yang disebabkan oleh defect, bilamana defect tsb menyebabkan error yang membawa kerugian langsung maupun tak langsung bagi customer

    KE-EMPAT:
    • Testing harus direncanakan butuh pemikiran dengan pendekatan secara keseluruhan, desain tes dan penetapan hasil yang diinginkan untuk setiap kasus tes (test case) yang dipilih
      • test plan : dokumen yg mencakup keseluruh tujuan testing dan pendekatan testing
      • test design : dokumen yg mendefinisikan apa yg telah dipilih utk dites dan hasil yg diharapkan “test direncanakan dan didesain sebelum kode dibuat”.
    • Perencanaan tes sangat penting, yaitu :
      • Utk dpt menjaga arah pelaksanaan tes agar tidak menyimpang dari tujuan tes itu sendiri (mengukur kualitas SW)
      • Menjaga kesesuaian penggunaan sumber daya dan jadual proyek dengan menetapkan apa yang akan dites dan kapan berhenti
      • Membantu tester fokus terhadap apa yang akan dites (membuat test case)

    KE-LIMA
    • Testing butuh independensi, testing yang paling efektif adalah yang dilakukan oleh pihak ketiga (tidak bias).



    Related Post:

    Read More......
     
     
     

    FEEDJIT Live Traffic Feed

    Submission

    Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

    Follower

     
    Copyright © PTC - PTR